Saat ritual ini berlangsung, banyak orang yang berdatangan dengan berbagai tujuan, diantaranya ada yang ingin meminta air gentong yang digunakan untuk mendapatkan berkah, ada yang hanya menonton prosesi ritual, dan lain-lain. Prosesi ritual diawali dengan membaca doa-doa terlebih dahulu, setelah itu baru ritual nguras enceh dilakukan, dua gentong pertama (Kyai Mendung dan Nyai Siyem) dilakukan oleh Keraton Surakarta, setelah itu dua gentong berikutnya (Kyai Danumaya dan Kyai Danumurti) dilakukan oleh Keraton Yogyakarta.
Berikut ini beberapa gambaran prosesi berlangsungnya tradisi nguras gentong :
Sejumlah abdi dalem membawa sesajen untuk acara kenduri dan pembacaan doa bersama dalam ritual air sisa kurasan enceh (nguras gentong). Untuk sampai ketempat tujuan harus naik tangga kurang lebih 440 anak tangga.
Ini gambar acara nguras gentong.
Ini gambar para warga saat berebut untuk mendapatkan air dari nguras gentong
Menurut keyakinan warga sekitar, banyak yang meyakini bahwa air sisa nguras gentong akan membawa berkah, Wallahu a’lam bish-shawabi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar